
Gugusan bintang di langit nan tinggi..
Membumbung jauh mengangkasa luas..
Tak sanggup pengindera kita menikmatinya begitu saja..
walau dengan akomodasi maksimal sekalipun..
Tapi ketika gugusan itu tersingkap oleh pandangan..
Merasuk kedalam saraf-saraf optik dalam komponen otak..
Lalu kemudian tersimpan dalam memori..
Tersimpan dengan baik..
Seakan tersimpan dalam loker-loker penyimpanan Suisse Bank..
Lalu dari rekognisi visual itu tampaklah sesatu yang menakjubkan..
Menakjubkan mata dengan segala keindahannya..
Titik-titik bintang bergerombol membentuk pemandangan yang indah..
Seakan berputar mengitari lingkar mata..
Terus berputar tak kunjung pergi dari ingatan..
Terus saja berkutat dalam imaji yang kian melekat dalam pikiran..
Imaji yang dibayangkan terus saja mengerucut pada yang Satu..
Satu Dzat yang menciptakan semua keindahan ini..
Seharusnya membuatku tak ragu lagi untuk segera menyadari..
Bahwa sesungguhnya keindahan di dunia bukanlah apa-apa..
Dibandingkan dengan keindahan di luar bumi..
Dan keindahan luar bumi pun akan kuyakini akan tidaklah lebih berarti..
Tidak lebih berarti dari keindahan surga..
Tempat tujuan terakhir kita..
Tujuan manusia-manusia mulia..
Tempat dimana manusia dapat menggapai keindahan bintang-bintang itu..
Tempat dimana manusia nyaman bersandaran..
Dihiasi bintang-bintang rendah yang terjangkau oleh jemari tangan..